Manusia memiliki roh manusia, sedangkan Allah memiliki Roh Allah, yaitu Roh Kudus. Meskipun kita tidak dapat melihat Allah, kita mengetahui akan adanya Tuhan melalui pengalaman kita sendiri atau dengan menyaksikan pengalaman orang lain saat berdoa dalam Roh Kudus. Seperti apakah rasanya menerima Roh Kudus?
Alkitab mencatatkan, ketika Petrus sedang memberitakan Injil di rumah Kornelius, Roh Kudus turun ke atas semua orang yang mendengarkan (Kisah Para Rasul 10:44). Bagaimana Petrus tahu Roh Kudus sudah dicurahkan ke atas mereka? Alkitab kemudian memberitahu kita bahwa mereka mendengar orang-orang itu “berkata-kata dalam bahasa roh” (Kisah Para Rasul 10:46). Karena itu, kita dapat memastikan apakah seseorang memiliki Roh Kudus, dengan mendengarkan apakah ia berkata-kata dalam bahasa roh atau tidak.
“Berkata-kata dalam bahasa roh” merupakan bukti bahwa seseorang telah menerima Roh Kudus, dan Roh Kudus merupakan bukti akan keberadaan Tuhan. Itu sebabnya Alkitab mengatakan, “karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman” (1 Korintus 14:22).
Ini berarti berkata-kata dalam bahasa roh adalah bukti bagi orang yang tidak percaya untuk mengetahui bahwa Roh Allah dapat turun ke atas manusia. Bagi orang yang telah percaya, Allah memberikan suatu petunjuk yang lebih nyata: “Dan demikianlah kita ketahui bahwa Tuhan ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita” (1Yohanes 3:24).
Pencurahan Roh Kudus pada masa hujan akhir telah memimpin pekerjaan pendirian Gereja Yesus Sejati. Banyak jemaat dalam gereja kami telah menerima Roh Kudus dan berkata-kata dalam bahasa roh, sama seperti pengalaman yang telah dialami oleh para rasul, menjadi saksi akan kepastian Alkitab.
Seperti yang dicatatkan dalam Kitab Kisah Para Rasul, Roh Kudus turun ke atas rasul-rasul untuk pertama kali di hari Pentakosta (Bacalah Kisah Para Rasul 2). Pada hari itu, banyak peristiwa aneh terjadi. Orang-orang Yahudi yang melihat dan mendengar murid-murid dipenuhi oleh Roh Kudus, menyangka mereka sedang mabuk. Sejak saat itulah gereja pertama mulai berakar dan bertumbuh. Roh Kudus bekerja dengan begitu hebat di antara mereka dengan tanda-tanda mujizat yang mengherankan. Hasilnya, beribu-ribu orang datang percaya kepada Tuhan.
No comments:
Post a Comment