Sunday, 20 April 2014

Dari naluri manusia untuk menyembah Tuhan kita mengetahui akan adanya Tuhan

Di sepanjang sejarah, para penjelajah telah menemukan berbagai kebudayaan yang terisolasi, tidak pernah bersentuhan dengan dunia luar. Namun, setiap suku atau bangsa ini masing-masing memiliki bentuk penyembahan kepada sesuatu yang dianggap tuhan ataupun sekumpulan dewa-dewi.

Sekalipun kita berbeda kewarganegaraan, suku bangsa, kebudayaan, atau cara melakukan penyembahan, namun ada satu persamaan di antara kita semua – kita semua memiliki naluri untuk menyembah sesuatu yang dianggap tuhan. Mengapa demikian? Alkitab memberitahu kita, "Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka" (Roma 1:19). Dengan kata lain, Allah telah menanamkan naluri alami di dalam setiap manusia untuk menyembah-Nya.

Sebagian orang tidak percaya adanya Tuhan karena mereka telah dipengaruhi oleh bentuk pendidikan yang tidak semestinya sehingga telah membutakan mereka untuk sementara waktu, tidak dapat melihat kebenaran. Jadi bukan karena Allah tidak memberikan mereka naluri untuk menyembah-Nya.

Kita dapat melihat bahwa banyak dari mereka yang tidak percaya kepada Tuhan akan secara tiba-tiba menyerukan nama Tuhan apabila suatu bencana besar menimpa mereka. Pada saat itulah seorang manusia akan menyadari kekuatannya yang terbatas. Nalurinyaakan berseru meminta pertolongan kepada Pengendali dari segala sesuatu; sekalipun bibirnya tidak mengakui keberadaan Yang Mahakuasa.

No comments:

Post a Comment