Ayub juga membicarakan tentang kemahakuasaan Allah, “Aku tahu, bahwa Engkau (Allah) sanggup melakukan segala sesuatu” (Ayub 42:2). Akan tetapi, karena Iblis ingin membujuk kita meninggalkan Allah yang sejati, maka ia seringkali melakukan tanda-tanda mujizat melalui patung-patung berhala (tuhan-tuhan palsu).
Meskipun demikian, kuasa Iblis terbatas dan tidak akan dapat mengalahkan Allah yang sejati. Beberapa contoh berikut ini dimaksudkan untuk memberikan sedikit gambaran tentang hal ini:
- 3600 tahun yang lalu, Allah yang sejati memilih Musa untuk memimpin orang Israel keluar dari Mesir. Allah menghendaki Firaun tahu bahwa Ia menyertai Musa. Ia memerintahkan Musa mengubah tongkat yang dipegang kakaknya, Harun, menjadi ular di depan mata Firaun. Firaun segera memanggil orang-orang berilmu dan ahli-ahli sihirnya untuk melakukan hal yang sama, tetapi tongkat Harun menelan semua tongkat mereka (Keluaran 7:8-12).
- 2900 tahun yang lalu, orang-orang Israel mengikuti raja Ahab menyembah patung Baal. Allah yang sejati mengutus nabi Elia untuk menemui Ahab. Elia mengumpulkan orang-orang Israel dan nabi-nabi Baal di gunung Karmel untuk membuktikan yang manakah Allah yang sejati. Untuk membuktikannya, baik Elia dan nabi-nabi palsu harus menyembelih seekor lembu jantan, memotong-motongnya, meletakkannya di atas mezbah dan masing-masing memanggil “tuhan”nya. “Tuhan” yang menjawab dengan api, dialah Allah yang sejati. Dari pagi hingga malam, nabi-nabi Baal memanggil-manggil dan melakukan ritual mereka; mereka bahkan menoreh-noreh diri sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka. Namun tidak terjadi apa-apa. Ketika Elia berdoa, turunlah api dari Allah yang sejati dan menyambar habis seluruh korban bakaran. Ketika semua orang melihatnya, sujudlah mereka dan berkata, “TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!” (1Raj. 18:17-39).
- 1900 tahun yang lalu, seseorang bernama Simon membuat takjub bangsa Samaria dengan ilmu sihirnya. Ketika Filipus, seorang murid Tuhan, memberitakan Injil di sana, Allah melakukan banyak tanda-tanda heran melalui dirinya, agar orang-orang yang percaya kepada Kristus mendapatkan kesembuhan dari penyakit mereka. Orang banyak yang semula begitu takjub kepada Simon, kini meninggalkannya dan percaya kepada Injil yang diberitakan Filipus. Bahkan Simon sendiri akhirnya menjadi percaya dan mengikuti Filipus (Kisah Para Rasul 8:9-13).
Oleh sebab itu kita harus berhati-hati dengan banyak “agama” yang hari ini begitu menonjolkan kuasa ajaib. Ilmu sihir manusia, patung berhala, atau roh-roh jahat, semua dapat melakukan “tanda-tanda mujizat” yang memukau. Akan tetapi kita harus menguji sumber kuasa-kuasa ini dan juga niat di balik tanda mujizat tersebut. Kuasa Allah jauh lebih besar daripada segala kehidupan di dunia dan juga di alam semesta. Maksud dari penyataan kuasa-Nya adalah untuk memimpin manusia percaya kepada-Nya dan menerima keselamatan.
No comments:
Post a Comment