Sunday, 20 April 2014

Allah yang memenuhi alam semesta

“Masakan Aku ini hanya Allah yang dari dekat, demikianlah firman TUHAN,
dan bukan Allah yang dari jauh juga?” (Yeremia 23:23)

Raja Daud juga membicarakan ke-mahahadiran Allah, yaitu kemampuan-Nya untuk hadir di segala tempat pada waktu yang sama:
“Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, Ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; Jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau; Jika aku terbang dengan sayap fajar dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.”
(Mazmur 139:7-10)

Karena itu, Allah yang sejati, yang menciptakan langit dan bumi dan segala isinya, adalah Allah yang memenuhi alam semesta (Efesus 1:23; Yeremia 23:24). Ia berfirman, “Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku?” (Yesaya 66:1). Demikian pula, ketika Paulus berada di Atena, ibukota Yunani, ia memberitahu orang-orang Atena bahwa “Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya. Ia, yang adalah Allah atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia” (Kisah Para Rasul 17:24).

Ayat-ayat Alkitab di atas memberi kesimpulan bahwa tuhan-tuhan yang berada di kuil duniawi bukanlah Allah yang sejati. Patung-patung berhala buatan manusia tidak dapat memberi berkat ataupun kutuk, dan mereka tidak patut disembah. Kita tidak sepatutnya memuja mereka.
Allah yang sejati itu maha hadir; Ia tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Karena itu kita dapat menyembah-Nya di mana saja, kapan saja.

No comments:

Post a Comment