Sunday, 20 April 2014

Tangga Menuju Surga, Menyembah Allah yang Sejati

Ketika kita menapaki jalan kehidupan, kita semua bergerak menuju ke arah-arah tertentu. Terkadang di tengah perjalanan kita menemui penghalang jalan ataupun jalan memutar. Adakala pula kita terpaksa harus mendaki gunung atau bukit, menyeberang sungai ataupun mengarungi lautan. Namun, baik jalan apapun yang kita ambil, kita semua akan berakhir di satu tujuan akhir yang sama – kematian. Kebanyakan orang takut menghadapi titik akhir perjalanan tersebut, karena mereka menganggapnya sebagai kesudahan dari segala sesuatu yang telah mereka usahakan sepanjang hidup. Walaupun demikian, ada sebagian orang yang justru menanti-nantikan tibanya “Hari Akhir yang Besar” itu. Ini karena mereka sedang berada di sebuah tangga yang menuntun mereka ke suatu tempat indah yang disebut Surga. Adakah Anda berada di tangga yang menuju Surga itu?


MENYEMBAH ALLAH YANG SEJATI 

Bila ada orang yang mengeluarkan pernyataan yang begitu memaksa seperti: “setiap orang perlu menyembah Tuhan yang Sejati”, maka tanggapan pertama yang Anda berikan mungkin: “apa benar setiap orang harus menyembah-Nya? Mengapa?” Lalu dalam hati Anda akan berpikir: “apa maksud Anda dengan mengatakan 'Tuhan yang Sejati'? Apakah berarti ada tuhan yang palsu?” Atau mungkin Anda hanya bertanya, “baiklah, tapi sebelumnya tolong jawab dulu, siapakah sebenarnya Tuhan itu?”


Pertanyaan-pertanyaan yang sederhana ini mewakili beberapa dari pertanyaan yang paling mendasar tentang makna kehidupan. Mengenal Tuhan berarti kita memiliki jawaban atas sumber dari segala kehidupan dan alasan dari keberadaan kita.

Bila Anda adalah seorang yang sedang mencari Tuhan, yang sedang mencoba untuk mencari siapa dan apakah Dia, maka ini adalah tempat yang baik untuk mengawalinya. Bila Anda adalah seorang Kristen, lanjutkanlah membaca dan Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang walau sudah sering Anda dengar, namun apa yang disajikan di sini akan menantang Anda untuk memikirkan kembali apa yang telah Anda ketahui hari ini.

No comments:

Post a Comment